Teknologi pelapisan laser: perbaikan pelapisan laser pada sproket mesin pertambangan batubara
Di bidang pertambangan batubara, roda rantai mesin pertambangan batubara, sebagai komponen kunci dari sistem traksi, mengalami beban berat, gesekan tinggi, dan benturan kuat dalam jangka waktu lama. Metode perbaikan tradisional seringkali gagal mencapai hasil perbaikan yang memuaskan.
Tantangan Industri
Metode perbaikan tradisional seperti pengelasan dan penyemprotan termal memiliki masalah dengan akurasi perbaikan yang rendah, kekuatan ikatan yang lemah, dan zona yang terkena panas yang besar. Ketika roda rantai mesin penambangan batubara beroperasi dalam kondisi yang berat, metode perbaikan ini seringkali gagal memenuhi kebutuhan penambangan yang efisien dan aman di tambang batubara modern.
Hal ini secara langsung memengaruhi siklus operasi dan pemeliharaan peralatan yang stabil. Begitu sproket aus atau rusak parah, masa pakai metode perbaikan tradisional biasanya singkat, dan penggantian yang sering menyebabkan biaya pemeliharaan peralatan yang tinggi dan kerugian akibat waktu henti.
Siklus pengadaan yang panjang dan biaya komponen baru yang tinggi, jika digabungkan, menimbulkan kendala serius terhadap efisiensi produksi dan keuntungan ekonomi perusahaan batubara.
Keunggulan teknis
Teknologi pelapisan laser didasarkan pada karakteristik kepadatan energi tinggi dari sinar laser, yang dengan cepat melelehkan bubuk paduan dengan sifat spesifik ke permukaan substrat, dan memadat dalam waktu yang sangat singkat untuk membentuk lapisan pelapis berkinerja tinggi yang terikat secara metalurgi pada substrat.
Dibandingkan dengan teknik perbaikan permukaan tradisional, pelapisan laser memiliki keunggulan unik. Durasi yang singkat dan energi terkonsentrasi dari aksi laser menghasilkan dampak termal minimal pada substrat dan deformasi rendah selama proses peleburan.
Teknologi ini dapat mengontrol secara tepat ketebalan, bentuk, dan kinerja lapisan pelapis, sehingga mencapai perbaikan presisi tinggi pada bagian yang aus dan rusak. Karakteristik ikatan metalurgi memastikan kekuatan ikatan yang kuat antara lapisan perbaikan dan material substrat.
Proses Presisi
Proses perbaikan pelapisan laser mengikuti serangkaian prosedur yang ketat. Langkah pertama adalah tahap pra-perawatan, yang meliputi pembersihan menyeluruh permukaan komponen dengan pelarut organik untuk menghilangkan noda minyak, karat, dan kotoran.
Selanjutnya, dilakukan perawatan pengasaran permukaan, biasanya menggunakan metode seperti sandblasting dan pemolesan untuk meningkatkan kekasaran permukaan dan memperbaiki daya rekat antara lapisan dan substrat. Langkah-langkah pra-pemrosesan ini mungkin tampak sederhana, tetapi merupakan dasar untuk memastikan perbaikan yang berhasil.
Selanjutnya, penilaian kerusakan akan dilakukan untuk mengevaluasi secara komprehensif keausan, retakan, dan kondisi komponen lainnya melalui teknik pengujian non-destruktif, serta untuk menentukan area perbaikan dan rencana perbaikan. Langkah ini membantu para insinyur mengembangkan strategi perbaikan yang paling efektif.
Proses inti
Penyetelan peralatan merupakan proses inti dari perbaikan pelapisan laser. Para insinyur perlu menyesuaikan parameter peralatan pelapisan laser berdasarkan ukuran, bentuk, dan persyaratan perbaikan komponen, termasuk daya laser, kecepatan pemindaian, diameter titik, laju pemberian bubuk, dan lain sebagainya.
Untuk lapisan pelapis yang lebih tebal, perlu meningkatkan daya laser dan laju pemberian bubuk, sambil mengurangi kecepatan pemindaian secara tepat. Untuk bagian berdinding tipis atau bagian dengan persyaratan presisi tinggi, perlu mengurangi daya laser dan meningkatkan kecepatan pemindaian untuk mengurangi zona yang terkena panas dan deformasi. Selama proses pelapisan, perhatian harus diberikan pada pengendalian tingkat tumpang tindih lapisan pelapis, biasanya antara 30% -50%, untuk memastikan kontinuitas dan keseragaman lapisan pelapis.

Kontrol kualitas
Pemantauan proses merupakan langkah penting dalam memastikan kualitas pelapisan. Pemantauan proses peleburan secara real-time menggunakan termometer inframerah, kamera CCD, dan peralatan lainnya, memantau parameter seperti suhu kolam lelehan dan morfologi lapisan lelehan.
Jika suhu kolam lelehan terlalu tinggi, hal itu dapat menyebabkan cacat seperti struktur kasar dan pori-pori pada lapisan pelapis. Pada saat ini, perlu untuk mengurangi daya laser atau meningkatkan kecepatan pemindaian secara tepat waktu. Jika permukaan lapisan pelapis tidak rata, perlu untuk menyesuaikan laju pemberian bubuk dan jalur pemindaian.
Kemampuan kontrol waktu nyata yang presisi ini memungkinkan teknologi pelapisan laser untuk memastikan stabilitas dan konsistensi kualitas perbaikan, memenuhi persyaratan produksi industri untuk perbaikan berkualitas tinggi.
Prosedur pasca-pemrosesan
Setelah perbaikan pelapisan laser selesai, serangkaian prosedur pasca-pemrosesan juga diperlukan. Pertama, untuk menghilangkan tegangan sisa di dalam lapisan pelapis dan meningkatkan struktur mikro serta sifat-sifatnya, komponen yang diperbaiki biasanya diberi perlakuan panas.
Metode perlakuan panas yang umum digunakan meliputi anil, temper, dan lain-lain. Perlakuan anil dapat mengurangi kekerasan lapisan pelapis, meningkatkan plastisitas dan ketangguhan; perlakuan temper dapat menghilangkan tegangan sisa, menstabilkan struktur, dan meningkatkan kinerja komprehensif lapisan pelapis.
Sesuai dengan persyaratan akurasi dimensi sproket, bagian yang diperbaiki diproses secara mekanis, seperti pembubutan, penggerindaan, dll., untuk memastikan bahwa dimensi dan kekasaran permukaan bagian tersebut memenuhi persyaratan desain. Langkah ini memastikan bahwa komponen yang diperbaiki dapat terpasang dengan tepat dan mengembalikan fungsi normal.










